Proyek Jalan Setapak di Sicanang Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Jalan Setapak di Sicanang Dikerjakan Asal Jadi
Proyek Jalan Setapak Main Tempel-Tempel

MEDAN~Proyek jalan setapak di Blok B Lingkungan V Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan, amburadul.

Pasalnya, proyek berupa pengecoran jalan lingkungan di kawasan Belawan yang dananya bersumber dari APBD 2012 Pemko Medan itu diduga banyak terdapat penyelewengan. Salah satunya soal bestek yang tidak sesuai, proyek tidak menggunakan plank, dan sebagainya.

Demikian dikatakan Ketua DPC LSM-PERINTIS Kota Medan, L. Mariatik, SE, Senin (24/9/2012) di Medan, mencermati kondisi pekerjaan proyek jalan lingkungan yang amburadul tersebut.

“Setahu kami proyek pengecoran jalan lingkungan tersebut ditangani oleh pihak Dinas Perkim Medan. Memang selama ini pengelolaan proyek di dinas itu banyak disoroti. Karena hampir seluruh proyek yang dikerjakan bermasalah. Akibatnya, uang rakyat bersumber dari APBD 2012 yang digelontorkan kepada Dinas Perkim Medan jadi sia-sia,”ujarnya.

Menurut Mariatik, anggaran yang sangat besar dikelola Dinas Perkim Medan sangat fantastis, namun, sejumlah proyek misterius selalu saja ada, sehingga perlu dipertanyakan dan diusut, kemana dana yang cukup besar yang tidak jelas peruntukkannya itu.

“Salah satunya ya proyek jalan setapak di Sicanang ini. Anehnya, dana khusus untuk pekerjaan jalan setapak tetap saja tinggi, namun hasilnya tidak memadai. Makanya kami curiga apakah proyek jalan setapak di Sicanang ini adalah proyek akal-akalan dan merupakan penghamburan uang rakyat saja,”ungkap wanita yang dikenal vokal ini.

LSM PERINTIS, tutur Mariatik, meminta agar pihak DPRD Kota Medan segera membatalkan seluruh proyek pengecoran jalan setapak yang dikelola Dinas Perkim Kota Medan, karena terjadi praktek pengelabuan dan jelas sangat mencederai hati nurani rakyat.

“Perlu dipertanyakan proyek yang rentan akal-akalan ini. Bayangkan, akibat proyek itu tidak menggunakan plank sehingga sulit diketahui apakah pengecoran jalan setapak itu ditenderkan atau tidak, berapa nilai proyeknya, serta siapa pelaksana proyeknya,”cetus Mariatik.

Padahal, masyarakat juga perlu tahu apakah proyek itu dikelola oleh pemerintah pusat lewat program PNPM Mandiri dan P2KP, atau dikelola oleh Pemprovsu atau Pemko Medan. Nah, akibat plank proyek tidak sehingga ini jelas pelanggaran. Anehnya, saat tim LSM-PERINTIS melakukan konfirmasi kepada beberapa pekerja dan pengawas di lokasi proyek tidak satupun yang berani berkomentar,”terangnya lagi.

Selain itu, Pengecoran jalan setapak di wilayah Medan Utara (Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Kecamatan Medan Marelan) sudah dianggarkan pada Tahun Anggaran 2010-2011, selain besteknya diragukan dan perusahaan yang mengerjakannya juga siluman, penggunaan anggarannya disinyalir bermasalah.

Bahwa, dari hasil analisis LSM PERINTIS, proyek jalan setapak di Blok B Lingkungan V Sicanang Belawan ini diduga kuat melanggar Keppres No. 80 Tahun 2003 revisi Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa di Instansi Pemerintah.

Selain itu, juga melanggar Perpres No. 67 Tahun 2005, tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan infrastruktur, Permen PU No 45/2007 pengganti Kepmen Kimpraswil No.339/KPTS/M/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi Instansi Pemerintah, Permen PU pengganti Kepmen Kimpraswil No.287/KPT/M/2004, tentang Standar Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi, UU No 17 Tahun 2003, PP No 58 tahun 2005 maupun Permendagri No 13 tahun 2007, karena Pelaksanaan fisik proyek tidak cocok dengan KUA/PPAS dan RKA.

Bahwa, mencermati indikasi kerugian negara yang cenderung berlanjut, maka aparat penegak hukum perlu melakukan tindakan Penyidikan dan Pencegahan, untuk menarik kembali uang negara yang diduga telah diselewengkan, dan untuk menghentikan berlangsungnya dugaan aksi KKN baru.

Proyek Tempel-Tempel
Sementara itu, Aryusnar (Wakil Kordinator LSM-PERINTIS Belawan) yang melakukan investigasi dan turun langsung ke lapangan, mengatakan, sangat jelas proyek jalan setapak di Blok B Lingkungan V Kelurahan Sicanang itu dikerjakan asal jadi.

“Proyek itu sangat bermasalah, baik soal plank proyek maupun besteknya. Semen cor yang ditabur sangat tipis, disana-sini terdapat tempel-tempel dan ada pula bahagaian yang baru saja dicor namun sudah retak-retak, sehingga sangat diragukan kualitasnya. Bukti foto-fotonya akan kami kirimkan ke DPP, agar semua permasalahnya dapat diusut tuntas ke pihak berwajib,” ujar Aryusnar.

Menurutnya, sebelum proyek itu dikerjakan dan saat dikejakan kami telah beberapa kali melakukan peninjauan dan konfirmasi kepada pihak rekanan dan pengawas proyek, namun semua pertanyaan kami tidak diacuhkan. Ini jelas pelanggaran UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan ini kan kami laporkan,”tegas Aryusnar lago. (TIM)

Dibaca 175 kali